Selasa, 31 Januari 2012

Askep Anemia


BAB I
TINJAUAN TEORI


  1. DEFINISI

Anemia adalah penurunan di bawah normal dalam jumlah eritrosit, banyaknya hemoglobin, atau volume sel darah merah ( packed red cell ) dalam darah.
( Dorland .1998;hal 49 )
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari,seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang di butuhkan untuk pembentukan sel darah,yang mengakibatkan penurunan kapasitas mengangkut oksigen darah.
( Doenges .1999 :hal 569 )
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitung sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal.
( Brunner & Suddart .2001 :hal 935 )


  1. ETIOLOGI

1.       Poduksi sel darah merah yang tidak adekuat
2.       Sel darah merah premature atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan
3.       Kehilangan darah
4.       Kekurangan nutrisi
5.       Factor keturunan
6.       Penyakit kronis
            ( Brunner & Suddart .2001 ;hal 935 )



  1. TANDA DAN GEJALA

1. Lemah
2. Letih
3. Lesu
4. Lelah
5. Lalai

  1. EVALUASI DIAGNOSTIK

Berbagai uji hematologist di lakukan untuk menentukan jenis dan penyebab anemia.Uji tersebut meliputi kadar hemoglobin dan hematokrit, indeks sel darahsel darahah, penelitian sel darah putih, kadar besi serum, pengukuran kapasitas ikatan besi.Kadar folat,vitamin B12,hitung trombosit, waktu protumbin, dan waktu tromboplastin parsial. Aspirasi dan biopsi sumsum tulang dapat di lakukan. Selain itu, perlu di lakukan pemeriksaan diagnostic untuk menentukan adanya penyakit akut dan kronis serta sumber kehilangan darah kronis.

·         PENATALAKSANAAN MEDIS

Penatalaksanaan anemia di tujukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang.Penatalaksanaan berbagai jenis anemia akut dibahas dalam diskusi yang di sajikan pada halaman selanjutnya.

·         KOMPLIKASI

Komplikasi umum anemia meliputi gagal jantung, parestesia,dan kejang.Pada setiap tingkat anemia,Pasien dengan penyakit jantung cenderung lebih besar kemungkinan mengalami angina ayau gejala gagal jantung kongestif dari pada seseorang yang tidak mempunyai penyakit jantung.
(Brunner & Suddart;2001 hal 936-937).


  1. FOKUS PENGKAJIAN

AKTIFITAS / ISTIRAHAT
 Gejala :    Keletihan, kelemahan, malaise umum.
                 Kehilangan produktifitas; penurunan semangat untuk kerja.
                 Toleransi terhadap latihan rendah.
                 Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak.
Tanda :  Takikardia/takipnea,dipsnea pada bekerja atau istirahat.
               Latergi menarik diri,apatis,lesu,dan kurang tertarik pada sekitarnya.
               Kelemahan otot dan penurunan kekuatan.
               Ataksia,tubuh tidak gerak.
               Bahu menurun,postur lunglai,berjalan lambat,dan tanda tanda lain yang
               menunjukkan keletihan.

SIRKULASI
Gejala : Riwayat kehilangan darah kronis, missal perdarahan GI kronis,menstruasi       berat (DB); angina.CHF (akibat kerja jantung berlebihan).
Riwayat endokarditis infektif kronis.
Palpitasi (takikardia kompensasi).
Tanda : TD: peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan tekanan nadi melebar; hipotensi postural. Disritmia:Abnormal EKG,missal depresi segmen ST dan pendaratan atau depresi gelombang  T: takikardia.
Bunyi jantung :Murmur sistolik (DB).
Tanda : Peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan membran mukosa (konjung tiva,mulut,faring,bibir)dan dasar kuku.(cacatan: pada pasien kulit hitam,pucat dapat tampak sebagai keabu abuan). Kulit seperti berlilin,pucat (aplastik,AP) atau kuning lemon terang (AP)


INTEGRITAS EGO
Gejala : Keyakinan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan,missal penolakan tranfusi darah.
Tanda : Depresi

ELIMINASI
Gejala : Riwayat pielo nefrinis,gagal ginjal.
              Flatulen,sindrom mal absorpsi (DB)
              Hematemeses,feses dengan darah segar,melena.
              Diare atau konstipasi
              Penurunan haluran urin
Tanda : Distensi abdomen.

MAKANAN/CAIRAN
Gejala : Penurunan masukan diet,masukan diet protein hewani rendah/masukan produksereal tinggi (DB)
Nyeri mulut atau lidah, kesulitan menelan (ulkus pada faring)
Mual/muntah,dyspepsia,anoreksia
Adanya penurunan berat badan
Tidak pernah puas mengunyah atau pika untuk es, kotoran, tepung jagung, cat, tanahliat, dan sebagainya(DB).
Tanda : Lidah tampak merah daging/ halus ( AP: Difisiensi asam folat dan vitamin B 12
Membran mukosa kering, pucat
Turgor kulit : Buruk, kering, tampak kisyt / hilang elastisitas ( DB)
Stomatitis dan glositis status ( difisiensi )
Bibir : Selitis missal : inflamasi dengan sudut muulut pecah ( DB )

HIGIENE
Tanda : kurang bertenaga, penampilan tak rapi

NEOROSENSORI
Geajala : sakit kepala, brdenyut, pusing, vertigo, titinus , ketidak mampuan berkonsentrasi.
Insomnia, penurunan penglihatan, dan bayangan pada mata
Kelemahan, keseimbnagna  buruk, kaki goyah, parestisia tangan/kaki ( AP ) : klaudikasi sensasi menjadi dingin.
Tanda : peka rangsang, gelisah, depresi, cenderung tidur, apatis.
Mental; tak mampu berespons lambat dan dangkal
Oftalnik : hemorargis retina ( aplastik, AP )
Epistaksis, perdarahan dari lobang – lobang ( Aplastik )
Gangguan koordinasi, ataksia : penurunan rasa getar dan posisi, tanda ronbreg positif, paralysis ( AP )

NYERI / KENYAMANAN
Gejala ; Nyrri abdomen samar ; sakit kepala ( DB )

PERNAFASAN
Gejala ; riwayat TB, abses paru
Nafas pendek pada isrtirahat dan aktifitas
Tanda : tachipnea, orthopnea, dan dispnea.

KEAMANAN
Geajala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia, misalnya grensen, insektisida, fenilbutazon, naftalen.
Riwayat terpajan pada radiasi baik sebagai pengiobatan atau kecelakaan
Riwayat kanker , terapi kanker
Tidak toleran terhadap dingin atau panas .
Tranfusi darah sebelumny.
Ganguna penglihatan.
Penyembuhan luka buruk, sering infeksi
Tanda : Demam rendah, menggigil , berkeringat malam.
Lintadenopati umum
Pethekie  dan ekimosis (Aplastik )

SEXUALITAS
Gejala : Perubahan aliran mentruasi, missal menorargia atau aminore ( DB )
Hilang libido ( pria dan wanita )
Impotent
Tanda : Servik dan dinding vagina pucat

PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN 
Gejala : Kecenderungan keluarga untuk anemia ( DB / AP )
Penggunaan anti konvulsan mas alalu / saat ini,  antibiotic, agen kemoterapi ( gagal sumsum tulang ), aspirasi, obat anti inflamasi, atau anti kooagulan.
Penggunaan alcohol kronis
Adanya atau berulangnya episode perdarahan aktif ( DB )
Riwayat penyakit hati , ginjal ( masalah hematology, penyakit seliak / penyakit mal absorpsi lain, enteritis regional, manifestasi cacing pita, poliendokrinopati, masalah auto imun ( missal anti body pada sel parietal, factor intrinsic, anti body tiroid dan sel T )
Pembedahan sebelumnya, missal splektomy, eksisi tumor, penggantian katup prostetik, eksisi bedah duodenum atau reseksi gaster, gastrektomi parsial/total ( DB /AP )
Riwayat adanya masalah dengan penyembuhan luka atau perdarahan, infeksi kronis (RA).
Penyakit granolotum kronik atau kanker  (sekunder anemia )
Pertimbangan : DRG menunjukkan berapa lama dirawat : 4,6 hari
Rencana pemulangan : dapat memerlukan bantuan dalam pengobatan ( injeksi ), aktifitas perawatan diri dan atau pemeliharan rumah, perubahan  rencana diet.
    (Mailynn E Doenges:1999 hal 569-572)



  1. FOKUS INTERVENSI

1.      Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan perubahan komponen  seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen / nutrisi ke sel
Kemungkinan dibuktikan dengan : Palpitasi angina, kulit pucat / membrane mukos kering kuk,u dan rambut rapuh , ektrimitas dingin , penurunan haluaran urine, mual /  muntah distensi abdomen, peruhanan TD, pengisian kapiler lambat , ketidak mampuan berkonsentrasi, disorientasi.

Intervensi :
a.       awasi tand vital, kaji pengisian kapiler kaji warna kulit / membrane mukosa, dasar kuku
b.      tingkat kan kepala tempat tikdur sesuai toleransi
c.       awasi upaya pernafasan, auskultasi buknyi nafas perhatikan bunyi adfentisius.
d.      Selidiki keluhan nyeri dada, palpitasi
e.       Kaji untuk respon lambat, mudah terangsang, agitasi, gagguan memori, bingung.
f.       Orientasi / orientasikan kulang pasien sesuai kebutuhan. Catat jadwal aktifitas pasaien untuk dirujnuk, berikan cukup waktu untuk pasien berfikir, komunikasai dan aktifits.
g.      Catat keluhan rasa dingin, pertahankan suhu lingkkungan dan tubuh hangat sesuai indikasi .
h.      Hindari penggunanan bantalan pengnhangat atau botol air panas, ukur suhu aiar mandi dengan  thermometer.
i.        Kolabotrasi : Awasi pemeriksaan laboratorium, missal HB / Ht dan jumlah SDM dan GDA
j.        Berikan SDM darah lengkap / packet, produk darah sesaui indikasi , awasi ketat untuk komplikasi transfuse.
k.      Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.
l.        Siapkan intervensi pembedahan sesuai indikasi.

2.      Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplay oksigen ( pengiriman ) dan kebutuhan , kelemahan dan kelelahan , mengeluh penurunan toleransi aktivitas / latihan. Lebih banyak memerlukan  istirahat / tidur. Palpitasi takikardial meningkatkan TD / respon pernafasan dengan kerja ringan.

Intervensi
a.       Kaji kemampuan pasien untuk melakukan tugas / AKS normal , catat laporan kelelahan , keletihan , dan kesulitan menyelesaikan tugas.
b.      Kaji kehilangan / gangguan keseombangan gaya jalan , kelemahan otot.
c.       Awasi TD , pernafasan , selama dan sesudah aktivitas.catat respon terhadap tingkat aktivitas ( misal peningkatan denyut jantung / TD , Distritmia , pusing , dispmea , takipnea , dan sebagainya )
d.      Berikan lingkungan yang tenang, Pertahankan tirah baring bila diindikasikan. Pantau dan batasi pengunjung , telpon, dan gangguan berulang tindakan yang tidak direncanakan.
e.       Ubah posisi pasien dengan perlahan dan pantau terhadap pusing.
f.       Prioritaskan jafdwql asuhan keperawatan untuk meningkatkan istirahat.Pilih periode istirahat dengan periode aktivitas.
g.      Beri bantuan dalam aktivitas / ambulasi bila perlu. Memungkainkan pasien untuk melakukannya sebanyak mungkin.
h.      Rencanakan kemajuan aktivitas dengan pasien , termasuk aktivitan yang pasien pandang perlu. Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi.
i.        Gunsksn teknik penghematan energi , misal mandi dengan duduk, duduk untuk melakukan tugas.
j.        Anjurkan pasien untuk menghentikan aktivitas bila palpitasi , nyeri dada, nafas pendek, kelemahan atau pusing terjadi.

3.      Nutrisi perubahan : Kurang dari kebutuhan tubuh , kegagalan untuk mencerna atau ketidakmampuan mencerna makanan / absorbsi nutrient yang diperlukan untuk pembentukan SDM normal.

Intervensi :
a.       Kaji riwayat nutrisi , termasuk makanan yang disukai.
b.      Observasi masukan dan catat jadwal makanan pasien.
c.       Timbang berat badan tiap hari.
d.      Berikan makanan sedikit dan frekuensi sering dan atau makan diantar waktu makan.
e.       Observasi dan catat kejadian mual/ muntah , flatus, dan gejala lain yang berhubungan.
f.       Berikan dan Bantu hygiene mulut yang baiksebelum dan sesudah makan , gunakan sikat gigi halus untuk penyikatan yang lembut. Berikan pencuci mulut yang diencerkan bila mukosa oral luka.
g.      Kolaborasi konsul ahli gizi.
h.      Pantau pemeriksaan laboratorium, misal Hb/ Ht/ NUN, Albumin, Protein, transverin, besi serum, B12, asam folat, TIBC, elektrolit serum.
i.        Berikan obat sesuai indikasi misal ; vitamin dan suplemen mineral, misal sianocobalamin ( Vit. B12) , asam folat ( flovite ), asam askorbat ( Vit. C )
   Besi Destran ( IM / IV ), tambahan besi oral, misal vero sulfat ( veosol ), veroglukomal ( vergon ), asam hidroklorida ( HCL )
j.    Anti jamur atau pencuci mulut anestetik jika diindikasi.
k.   Beri diet halus, Rendah serat, menghindari makanan panas, pedas, terlalu asam sesuai indikasi.
l.    Berikan suplemen nitrisi misal ; ensure, isokal


4.      Integritas kulit kerusakan berhubungan dengan ; Resiko tinggi terhadap perubahan sirkulasi dan neurologis ( anemia ) gangguan mobilitas deficit nutrisi.

      Intervensi
a.       Kaji integritas kulit, catat perubanan ada turgor, gangguan warna, eritema, ekskoriasi.
b.      Ubah posisi secara periodic dan pijat permukaan tulang bila pasien tidak bergerak atau ditempat tidur.
c.       Batasi penggunaan sabun
d.      Bantu untuk rentang gerak pasif atau pasif
e.       Kolaborasi gunakan alat pelindung misal ; kilit domba, keranjang, kasur, tekanan udara atau air,pelindung tumit , siku, dan bantal sesuai indikasi.

5.      Konstipasi atau diare berhubungan denganpenurunan masukan diit perubahan proses pencernaan ,efek samping terapi obat.

      Intervensi
a.  Obserfasi warna feses,konstipasi,frekuensi, dan jumlah
b   Auskultasi bunyi usus
c   Awasi masukan dan haluran dengan perhatian khusus pada makanan/cairan.
d.  Dorong masukan cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung.
e.  Hindari makanan yang membentuk gas.
f.  Kaji kondisi kulit perianal dengan sering, catat perubahan dalam kondisi kulit atau mulai kerusakan. Lakukan perawatan perineal setiap defekasi bila terjadi diare.
g.  Kolaborasi : Konsul dengan ahli gizi untuk memberikan diet seimbang dengan tinggi serta dan bulk.
h. Berikan pelembek feses, stimulant ringan, laksatif pembentuk bulk, atau enema sesuai indikasi. Pantau keefektifan.
i.  Berikan obat anti diare mis : difenoxilat hidroklorida dengan atropine (lomolit) dan obat pengabsorbsi air. Mis : Metamucil.


6.      Infeksi berhubungan dengan resiko tinggi terhadap pertahanan sekunder tidak adekuat,mis : penurunan hemoglobin leucopenia atau penurunangranulosit (respon inflamasi tertekan), pertahanan utama tidak adekuat mis : kerusakan kulit stasis kerusakan tubuh prosedur invasif, penyakit kronis malnutrisi.

Intervensi
a.       Tingkatkan cuci tangan yang baik oleh pemberi perawatan dan pasien.
b.      S Pertahankan tekhnik aseptic ketat pada prosedur/ perawatan luka
c.       S Berikan perawatan kulit, perianal dan oral dengan cermat.
d.         Dorong perubahan posisi/ ambulasi yang sering. Latihan batuk dan napas dalam.
e.    Tingkatkan masukan adekuat.
f.    Pantau / batasi pengunjung. Berikan isolasi bila memungkinkan. Batasi tumbuhan hidup/ bunga potong.
g.      Pantau suhu. Catat adanya menggigil dan takikardia dengan atau tanpa demam.
h.      Awasi eritama/ cairan luka
i.        Kolaborasi : Ambil specimen untuk kultur/ sensitifitas sesuai indikasi.
j.        Beri anti septic  topical ; antibiotik sistemk.

   
7.      Kurang pengetahuan berhubungan dengan (kebutuhan belajar) tentang kondisi prognosis dan pengetahuan pengobatan, kurang terpajan/ mengingat, salah interprestasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.

      Intervensi      
a.       Berikan informasi tentang anemia spesifik. Diskusikan kenyataan bahwa terapi tergantung pada tipe dan beratnya anemia.
b.      Tinjau tujuan dan persiapan untuk pemeriksaan diagnostk.
c.       Jelaskan bahwa darah di ambil untuk pemeriksaan laboratorium tidak akan memperburuk anemia
d.      Tinjau perubahan diet yang di perlukan untuk memenuhi kebutuhan diet khusus (di tentukan oleh tipe anemia/ defisiensi).
e.       Kaji sumber sumber (mis: keuangan dan memasak).
f.       Dorong untuk menghentikan rokok
g.      Instruksikan dan peragakan pemberian mandiri preparat besi oral.
-          Diskusikan pentingnya minum obat yang di resepkan.
-          Sarankan minum obat dengan makanan atau segera setelah makan.
-          Encerkan preparat cair ( lebih baik dengan sari jeruk ) dan diberikan dengan sedotan.
-          Peringatkan bahwa feses dapat tampak hitam kehijauan/ seperti the.
-          Tekankan pentingnya memelihara kebersihan mulut.
h.      Instruksikan pasien/ orang terdekat tentang pemberian besi parenteral
i.        Pemberian obat dengan Z- trak.
j.        Gunakan dengan jarum terpisah untuk mengambi onat dan injeksi.
k.      Peringatan tentang kemungkinan reaksi sistemik, (misal: kemerahan pada wajah, muntah, mual, miagia) dan diskusikan pentingnya melaporkan gejala.
l.        Diskusikan peningkatan kerentanan terhadap infeksi, tanda/ gejala yang memerlukan intervensi medis, misal: demam, sakit tenggorok, eritema/ luka basah, urin berkabut, rasa terbakar saat defekasi.
m.    Identifikasi masalah keamanan, misal: bukti meniup hidung dengan keras, olah raga kontak, konstipasi/ feses keras, penggunaan pencukuran elektrik, sakit gigi halus.
n.      Telaah kebersihan mulut, pentingnya perawatan gigi teratur.
o.      Instruksikan untuk menghindari produk aspirin.
p.      Rujuk ke sumber komunitas yang tepat bila indikasi, misal: kupon makanan dari pelayanan social, meals-on-wheels.
( Marilynn E  Doenges; 1999 hal 573-581 )









BAB II
TINJAUAN KASUS


  1. PENGKAJIAN.

Pengkajian ini di lakukan pada tanggal 17 april 2006 jam 09.00 wib. Di ruang G RSU Tidar magelang. Secara allo anamnesa dan auto anamnesa.

Biodata
a.       Identitas pasien
Nama                     : Ny n
Umur                     : 41 tahun
Alamat                 : Karang lor RT: 04, RW: 14, magelang selatan.
Agama                   : Islam
Pendidikan           : Tamat SLTP
Pekerjaan               : Ibu rumah tangga
Tgl masuk              : 14 april 2006
No reg                  :  3144
Dx masuk             : Anemia

b.      Identitas penanggung jawab  
Nama                     : Tn a
Umur                     :  45 tahun
Alamat                   : karang anyar  RT:04, RW:14 magelang selatan.
Pekerjaan               : wiraswasta
Agama                   : Islam
Hub dengan pasien: Suami


  1. RIWAYAT KESEHATAN

1.   Keluhan utama
Pasien mengatakan badan nya terasa lemah atau lemas.

2.   Riwayat keaehatan sekarang
Pasien mengatakan badan terasa lemah, pusing, mual, lemas kurang lebih selama 3 hari. Kemudian pasien langsung di bawa ke RSuU Tidar magelang pada taggal 14-4-2006. di UGD pasien di periksa Dokter jaga dan di diagnosa Anemia kemudian di lakukan tindakan pemasangan Nacl 20 tetes/menit dan nsegera di kirim ke bangsal G untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pasien saat ini masih di lakukan penyinaran 6x di rumah sakit Sarjito Yogyakarta. Rencana akan di lakukan penyinaran 25x.

3.   Riwayat kesehatan dahulu
Pasien waktu umur 10 tahun pernah menderita leukemia, dan sejak umur 1,5 tahun pasien mengalami atau menderta anemia dan sudah opname sampai 6 kali,sekarang pasien juga masih menjalani terapi penyinaran, di rumah sakit sarjito yokya karta karena sejak setahun yang lalu terdapat benjolan di leher yang di diagnosa tumor jinak.
4.   Riwayat kesehatan keluarga
Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita Anemia atau penyakit yang pernah di derita oleh pasien, dan juga pasien menyatakan tidak ada anggota keluarga  yang mempunyai penyakit menular (TB paru, hepatitis, AIDS, dan lain lain) atau penyakit menurun (Hipertensi, DM).



  1. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL MENURUT VIRGINIA HENDERSON

1.   Pola bernafas
Sebelum sakit :  pasien bernafas 24x/menit dengan irama teratur tidak ada tekanan padasaluran pernafasan dan tidak menggunakan alat Bantu pernafasan.
Selama sakit :     pasien bernafas  24x/menit teratur  tidak menggunakan alat   Bantu 
                           pernafasan
.
2.   Pola nutrisi dan metabolic
Sebelum sakit :  Pasien makan 3x/hari dengan komposisi nasi,lauk, sayur. Dan pasien minum 7-8 gelas/hari kurang lebih 2000 cc/hari.
Selama sakit :
A : -
B : Hb .5,5 mg/dl
C : Pucat,CRT < dari 2 detik
D :  Pasien makan 3x/hari dengan komposisi diit dari rumah sakit dan habis ½ porsi karena pasien mengalami penurunan nafsu makan, pasien minum 6 gelas/hari kurang lebih 1500 cc/hari

3.   Pola eliminasi
Sebelum sakit : pasien BAB 1x/hari dengan kondisi lembek bau khs dan pasien BAK 4x/hari dengan konsistensi jernih bau khas amoniak.
Selama sakit : Pasien BAB 2x/hari dengan konsisitensi cair,dan BAK pasien 5x/hari dengan konsistensi kekuningan bau khas amoniak.

4.   Pola keseimbangan dan gerak
Sebelum sakit : Pasien seorang ibu rumah tangga, pasien mampu melaksanakan tugas tanpa keluhan dan aktifitas pasien di lakukan secara mandiri.
Selama sakit : Pasien tidak bias melakukan aktifitas karena kondisi pasien yang lemah dan aktifitas pasien oleh keluarga dan perawat.

5.   Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit : Pasien tidur kurang lebih 8 jam perhari, di mulai jam 20.00-05.00 dan di tambah 1 jam tidur siang, tidak ada keluhan tidur selama di rumah.
Selama sakit : Pasien tidur kurang lebih 8 jam tapi sering terbangunkarena lingkungan yang ramai.

6.   Pola mempertahankan suhu
Sebelum dan selama di rumah sakit apabila pasien mengalami panas pasien slalu memakai pakaian yang tipis dan yang menyerap keringat, pasien juga menurunkan panas dengan kompres.

7.   Pola personal hygiene
Sebelun sakit : Pasien mandi 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, keramas 2x seminggu, tanpa bantuan dapat di lakukan mandiri.
Selama sakit : Pasien hanya di sibin 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, dank lien selama di rumah sakit belum keramas,dan di Bantu oleh keluarga dan perawat.

8.   Pola komunikasi
Komunikasi pasien dengan keluarga, tetangga, Dokter, Tim medis lain sangat baik, menggunakan komunikasi verbal yang baik terbukti pasien sangat kooperatif, ada keluarga yang menunggui dan banyak tetangga yang menjenguk.

9.   Kebutuhan spiritual
Pasien beragama islam sebem sakit pasien sangat rajin beribadah seperti mengaji, sholat 5 waktu, selama sakit kegiatan ibadah pasien terganggu, pasien hanya selalu ber doa agar pernyakitnya sembuh.

10. Kebutuhan berpakaian
Pasien selalu berpenampilan rapi baik sebelummaupun selama sakit, pasien biasa ganti pakaian 2x/ hari dan lebih menyukai pakaian dari kaos.

11. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Pasien merasa aman dan nyaman saat berada di sisi keluarga terutama suami dan anak anaknya.

12. Kebutuhan bekerja
Klien sebagai ibu rumah tangga dan selama sakit aktivitas pasien di Bantu oleh keluarga.

13. Kebutuhan rekreasi
Biasanya untuk mengatasi kejenuhan pasien nonton TV dan ber kunjung ke rumah kelurga nya.



14. Kebutuhan belajar.
Pasien menyatakan kesehatan adalah hal yang sangat penting apabila pasien slalu  mencari pertolongan kesehatan pasien lulusan SLTP.



  1. PEMERIKSAAN FISIK

1.  Keadaan umum
a.       Tekanan darah  ;Pasien tampak rapi, terbaring di tempat tidur.
b.      Kesadaran         : compos mentis.
2.  Tanda tanda vital
a.       Tekanan darah : 130/90 mmHg
b.      Respirasi          : 24x/ menit.
c.       Nadi                 : 80 x/menit.
d.      Temperature     : 36 C.
3.   Kepala
a.       Bentuk          : Mesosephal.
b.      Rambut         : warna hitam, mudah rontok, bersih,tidak ada ketombe dan tidan ada kutu
c.       Mata             : Simetris, konjung tiva anemis, sclera tidak ikterik, penglihatan baik.
d.      Hidung      : Simetris, tidak ada pembesaran polip,tidak ada secret, penciuman baik.
e.       Telinga   : Telinga smetris, tidak ada lesi, pendengaran baik,tidak ada penumpukan serumen dan tidak mengunakan alat Bantu pendengaran.
f.       Mulut      : Gigi bersih, masih lengkap 32 buah, bibir dan lidah tidak ada stomatitis, mukosa bibir lembab.
 4.   Leher       
Terdapat pembesaran pada daerah leher di diagnosa tumor dan tidak               .         terlihat peningkatan Jvp.
 5.  Dada.
      Paru paru    I         : Bentuk dada simetris, tidak ada retraksi inter kosta
                         Pl        : Taktil vremitus lebih kuat kanan, tidak ada nyeri tekan.
                         Pr        :  Sonor
                          A       : Vesikuler
      Jantung       I         : Tidak tampak ictus cordis
                          Pl       : Tidak ada nyeri tekan
                          Pr       :  Pekak
                          A       :  Reguler (S1,S2)
6. Abdomen       I        : Bentuk datar, tidak ada lesi
                          A       : Peristaltik usus 20x/menit
                          Pl       : Tidak ada masa, tidak ada nyeri tekan
                          Pr       : Tykpani
7.  Genetalia       : Bersih tidak terpasang DC
8.  Anus              : Tidak ada haemoroid
9.  Ekstremitas
     Superior         : Pergerakan bebas, tidak ad oede, terpasang infuse Nacl 20 tetes/menit, akral dingn.
      Inferior         : Pergerakan terbatas, tidak ada oedem, akral dingin.
10.Kuku dan kulit : Kulit pucat, turgor sedang, kuku pucat, CRT lebih 2 detik, akral dingin.

  1. DATA PENUNJANG

Pemeriksaan Hb : 5,5
WBC                  : 1,9 x 10 3
RBC                   : 2,07x 106
HGB                  : 5,19/ dl
HCT                   : 16- 6 %
MIH                   : 80,2 fl
MCHC               : 30,7-9 pg
PLT                    : 183x10

Pemeriksaan Hb pada tanggal 19 April 2006  Hb: 9;8

Terapi     pada tanggal 15 april 2006
Diaget                3x2 tab 500 mg
Trimosil              2x1gr



       















ANALISA DATA

Nama  : Ny S                                                                           Ruang        : K
Umur  : 65 tahun                                                                    Dx medis  : Anemia

No
Data fokus
Problem
Etiologi
TTD
I








II






Ds : Pasien mengatakan lemes
 Pasien mengatakan kadang merasa pusing.
Do :  Hb : 4,5 gr/dl
         CRT: lebih 2 detik
Turgor sedang
 Kulit pucat
Conjungtiva anemis.
Darah masuk kolf ke 2
Ds :Pasien mengatakan , darah rendah adalah tensi darah rendah.
Do: Pasien tampak bingung
Pasien selalu bertanya.


Perubahan perfusi jaringan







Kurang pengetahuan









Penurunan suplai O2 ke jaringan.







Kurangnya informasi



                                       

PRIORITAS MASALAH


Nama  : Ny S                                                                   Ruang        : K
Umur  : 65 tahun                                                                  Dx medis  : Anemia

No.
Diagnoas keperawatan
Tanggal ditemukan
Tanggal teratasi
TTD
I






II





Perubahan perfusi jaringan Berhubungan dengan Penurunan suplai O2 ke jarinagan



Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi


19 Juni 2006






19 Juni 2006







19 Juni 2006






19 Juni 2006















 

 

NURSING CARE PLAN


Nama  : Ny S                                                                       Ruang        : K
Umur  : 65 tahun                                                                  Dx medis  : Anemia

Hari / tanggal
No.
Tujuan
Rencana
Rasional
TTD
Senin, 19 Juni 2006

09.00 WIB

















Senin
19 Juni 2006
jam 09:00 WIB










































I






















II















































Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan suplai O2 ke jaringan adekuat dengan kriteria hasil :
-                Pasien tidak pucat
-                Conjungtiva tidak anemis
-      Turgor baik









Setelah di lakukan asuhan keperawatan selama 1x15 menit  di harapkan pasien tahu dengan kondisinya dengan KH :
-Pasien mampu menyebutkan tanda, gejala, dan penyebab.



































1.   Kaji keadaan kulit pasien







2.   Lakukan Hb sahli




3. Kaji vital sign


4. Beri tau tentang pentingnya nutrisi.


5. Kolaborasi dalam  terapi tranfusi
1.      Kaji pengetahuan pasien


2.      Beri penkes tentang anemi


3.      Jelaskan nutrisi yang seimbang




4.      Motivasi pasien untuk meningkatkan masukan per oral



5.      Kolaborasi dengan ahli gizi untuk diit






























-Untuk mendeteksi turgor yang menandakan pasien dehidrasi, atau tidak, pucat, sianosis
-Untuk mengetahui kemajuan kondisi pasien.
-memotivasi intake yang adekuat
-mempercepat proses penyembuhan


-Untuk menetukan intervensi lebih lanjut
-Untuk menambah pengetahuan pasien
-Pengetahuan dapat memotivasi untuk meningkatkan intake
-Untuk memberi support pada pasien agar meningkatkan intake
-Untuk menetukan program diit









CATATAN KEPERAWATAN


Nama  : Ny S                                                                      Ruang        : K
Umur  : 65 tahun                                                                  Dx medis  : Anemia

Hari / Tanggal
No. DX
Implementasi
Respon hasil
TTD
Senin, 19 Juni 2006

09.30 WIB










Senin 19 Juni 2006
 jam 09:30

I















II
1. Melakukan pengkajian kulit

2. Melakukan Hb sahli


3. Menguku TTV (TD,N,S,RR)


4. Memberi tahu tentang pentingnya nutrisi

5. Memasukkan darah golongan A Rh+

1.   Mengakaji pengetahuan pasien (Pasien menanyakan penyakit anemia)
2.   Melakukan penkes tentang anemia
3.   Melakukan penkes tentang gizi seimbang
4.   memotivasi pasien untuk meningkatkan masukan per oral


-Kulit pucat
-Turgor sedang
-konjungtiva anemis
-darah tidak keluar/ keluar sedikit dan encer
TD : 130/90 mmHg
N   : 80 x/menit
RR : 20 x/ ,enit
S    : 36,5 C
-pasien mengerti dan termotivasi.

- Darah masuk, Kolf ke 3
-Pasien belum mengerti


-Pasien mampu menjawab 2 pertanyaan.
-        pasien mengatakan mengerti
-        Pasien lebih bernafsu makan.











CATATAN PERKEMBANGAN

Nama  : Ny S                                                                       Ruang        : K
Umur  : 65tahun                                                                   Dx medis  : Anemia

Hari /
Tanggal
No. Dx
Evaluasi
TTD

Senin 19

 Juni 2006

13:00

WIB





Senin 19

 Juni 2006

13:00

WIB





I











II








S : Pasien mengatakan  masih  lemas
O: - kulit pucat
-Turgor sedang
-darah masuk kolf ke 3
A: Masalah  belum teratasi
P : Pertahankan Intervensi 1-5
S : Pasien mengatakan Sudah faham dan mengerti tentang anemia dan nutrisi seimbang
O : Pasien mampu menjawab 2 pertanyaan dari penyuluh
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi





1 komentar: